Tuesday, 18 November 2014

Demam panggung !! gimana menjadi assisten LAB?



Demam panggung !! gimana menjadi assisten LAB?


    Saya tidak pernah berfikir untuk menjadi assisten Lab dikarenakan saya dari dulu sudah demam panggung, yaitu malu, keringat dingin bila sedang di atas panggung dilihat oleh banyak orang. Namun saat saya berada di bangku kuliah semester 3 saya mencoba untuk tampil berani di depan umum pada saat presentasi di kuliah, Hanya saja presentasi perteam hanya beberapa menit saja tiap orangnya. Pada saat dibuka lowongan asisten, teman saya mengajak untuk ikut berpartisipasi. Saya berpikir mungkin ini salah satu cara untuk bisa menghilangkan demam panggung saya dan meningkatkan percaya diri saya. Sehingga saya ikut mencoba dan akhir nya saya keterima menjadi assisten Lab.


       Pertama kali saya menjadi asisten itu sangatlah grogi dan benar-benar bingung. Tetapi berjalannya waktu bisa membuat saya terbiasa dengan kondisi yang tiap hari berbicara dengan  orang banyak sehingga saya  bisa menghilangkan demam panggung saya. Sebenarnya alasan pertama saya jadi asisten adalah untuk menghilangkan demam panggung saya Cuma seiringnya waktu ternyata banyak sekali keuntungan yang bisa di dapat sebagai asisten lab. Di sini saya belajar berbicara dengan orang, bersosialisasi, berorganisasi, bekerja sama dengan team, bertemu teman baru dan menambah koneksi di kampus serta mendapatkan uang jajan juga.

      Setelah 1 tahun jadi assisten setelah itu saya di angkat menjadi AT (asisten tetap) cukup heran kenapa saya di percaya menjadi AT? Pada saat saya menjadi AT benar-benar saya merasa di uji untuk memimpin sebuah organisasi kecil dan bekerja sama antar seluruh asisten dan sebagai panitia yang membantu dalam acara lomba yang diadakan LAB. Menurut saya pengalaman di lab ini sangat berharga dan indah. Karena disini saya benar2 merasakan seperti keluarga dan bisa mengembangkan softskill maupun hardskill.

Lomba USB

   Sampai saat ini pun saya berada di bidang IT Consultant yang bekerja sebagai ujung tombak di perusahaan, dimana yang kerjanya bertemu langsung dengan client, mengadakan meeting, yang tiap hari tidak jauh dari berbicara di depan panggung. Malah Kekurangan saya telah menjadi kelebihan saya saat ini.

    Kesimpulan dari cerita ini mungkin bisa di simpulkan bahwa kekurangan kita bisa di jadikan kelebihan apabila kita memang niat dan mau mencoba dan di latih terus menerus. Dan semua kegiatan yang dilakukan dengan positif pun akan menghasilkan yang positif juga.

Sekian cerita saya malam ni semoga bermanfaat ^^

Terima kasih

Regards
Robert Strife

1 comment: